Hashim “Pasang Badan” di Program Prabowo 75 GW Pembangkit Energi Terbarukan

Kebutuhan dana untuk program penambahan pembangkit listrik energi terbarukan 75 GW mencapai US$ 235 miliar atau sekitar Rp 3.700 triliun.

Hashim “Pasang Badan” di Program Prabowo 75 GW Pembangkit Energi Terbarukan

Baku, Azerbaijan – Presiden Prabowo Subianto mempunyai program ambisius pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan 75 gigawatt dalam 15 tahun. Bos Arsari Group yang juga adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo menyatakan mau ikut berperan untuk merealisasikan rencana tersebut. Arsari Group memiliki bisnis utama di bidang pertambangan mineral dan migas, serta perkebunan.

“Saya berharap saya akan berperan besar di bidang energi terbarukan,” kata Hashim lantang saat ditanya Katadata dalam sesi wawancara di Baku, Rabu, 13 November. Hashim berada di Baku karena mendapat mandat dari abangnya untuk menjadi Utusan Khusus Presiden dalam Konferensi PBB di bidang iklim COP29 di Baku.

Kebutuhan dana untuk program penambahan pembangkit listrik energi terbarukan 75 GW mencapai US$ 235 miliar atau sekitar Rp 3.700 triliun. Biaya fantastis itu paling besar untuk kabel transmisi antarpulau sepanjang 70 kilometer. Kabel transmisi ini untuk menyalurkan listrik dari pembangkit energi terbarukan yang nantinya tersebar di berbagai wilayah di Indonesia ke kantong-kantong permintaan listrik.

Hashim menjelaskan, telah berpengalaman 30 tahun di bidang energi, termasuk kelistrikan. Pada 1992, ia ikut mendirikan perusahaan penyedia listrik swasta (IPP) pertama di Indonesia yaitu PT Paiton Energy yang kemudian membangun Paiton 1 di Probolinggo, Jawa Timur. Mengacu pada pemberitaan Reuters tahun 1995, IPP tersebut dulunya dipegang konsorsium yang terdiri dari Batu Hitam Perkasa milik Hashim, Mitsui & co, dan General Electric. “Jadi saya cukup mengenal dan menguasai urusan listrik,” ujarnya.

Saat ini, Paiton Energi mengoperasikan tiga Pembangkit listrik Tenaga Uap (PLTU) di Probolinggo. Mengacu pada situs perusahaan, total kapasitas pembangkit milik Paiton Energi sebesar 2.045 megawatt atau enam persen dari total kapasitas listrik terpasang di Pulau Jawa. Pembangkit-pembangkit ini mampu menghasilkan listrik sekitar 13,5 Gigawatt hour per tahun yang bisa memenuhi sekitar 10 persen konsumsi tahunan listrik di Pulau Jawa. Pemegang saham terkini Paiton Energi adalah Medco Daya Abadi Lestari milik Arifin Panigoro, Ratch Group Publik yang adalah anak usaha Mitsui & co, dan Nebras Power Investment Management B.V.

Dalam kesempatan berbeda di Baku, Hashim menjelaskan pendanaan tidak akan hanya dari anggaran negara. “Karena kita semua tahu anggaran negara cukup terbatas. Kami akan mengundang pihak yang berkepentingan,” ujarnya. Negara disebut-sebut hanya mampu mendanai sekitar 30 persen dari kebutuhan ribuan triliun tersebut.