Alasan Makanan Ini Tak Boleh Dipanaskan dengan Microwave, Termasuk Telur Rebus

Pakar menyebut alasan untuk tidak memanaskan makanan dengan microwave dan jenis makanan yang tak boleh dipanaskan lagi dengan oven ini.

Alasan Makanan Ini Tak Boleh Dipanaskan dengan Microwave, Termasuk Telur Rebus

TEMPO.CO, Jakarta - terkadang memang sayang untuk dibuang, apalagi jika kondisinya masih layak makan. Tinggal disimpan dalam kulkas kemudian dipanaskan lagi, makanan itu pun bisa disantap lagi untuk sarapan atau makan siang.

Meski memanaskan makanan sisa jadi lebih mudah dengan , pakar makanan mengatakan tindakan itu bukan cara yang dianjurkan. Oven microwave tak bisa memasak makanan secara merata sehingga menyisakan bagian yang tetap dingin dan menjadi tempat mendekam bakteri berbahaya yang bertahan selama proses pemanasan. 

Selain itu, memanaskan makanan dengan microwave tak selalu menyisakan rasa enak. Makanan sisa bisa menjadi kering atau hangus. Pakar pun menyebut alasan untuk tidak memanaskan makanan dengan microwave dan jenis makanan yang tak boleh dipanaskan lagi dengan oven listrik ini.


Telur rebus kaya protein dan bisa menjadi santapan praktis di kala sibuk. Namun pakar menyarankan untuk memakannya dalam keadaan dingin daripada dipanaskan lagi dengan microwave.

"Memanaskan lagi telur rebus menyebabkan uap dan tekanan terbentuk di putih telur dan bisa membuatnya meletup saat dipotong. Letusan bisa terjadi di microwave, piring, atau yang menakutkan di dalam mulut saat digigit," ujar Amanda Holtzer, pakar diet di New Jersey, kepada .

Makanan kaya vitamin C
Vitamin C larut dalam air dan sangat sensitif pada panas. Holtzer mengimbau tak memanaskan makanan kaya vitamin C di microwave. Contoh makanan antara lain brokoli, paprika, beri-berian, dan sayuran berdaun hijau.

"Ketika terpapar panas, kadar vitamin C berkurang dan rusak. Untuk menjaga kandungan vitamin C pada makanan ini, saya sarankan untuk sebisa mungkin memakannya dalam keadaan mentah," tuturnya.

Ayam
Dari perspektif keamanan makanan, memanaskan ayam sebenarnya tidak masalah. "Akan tetapi dari perspektif kontrol kualitas, saya sarankan tidak memanaskan ayam. Jika ayam disimpan di lemari es setelah dimasak, lemak pada daging bisa teroksidasi, yang mengubah struktur zat-zat kimia pada ayam dan juga rasanya. Kemudian saat dipanaskan, kelembapan pada ayam menguap, sehingga tekstur dan rasanya pun berubah," papar Holtzer.

Makanan laut
"Saya tak menganjurkan memanaskan ikan. Panas tinggi di microwave bisa menyebabkan kelembapan pada ikan cepat menguap, yang membuatnya kering dan kenyal," pesan Holtzer.

Steak
Steak lezat dari restoran mahal pasti sayang untuk dibuang jika tak habis dimakan. Namun memanaskan lagi dengan microwave untuk disantap kemudian akan menyebabkan perubahan rasa.

"Memanaskan lagi akan membuat steak kehilangan tekstur empuk dan rasa karena panas cenderung membuat daging kering dan alot," papar Jim Nuetzi, juru masak eksekutif Valor Hospitality di Atlanta, Georgia.